Senin, 05 Juni 2017

Terdakwa Akui Terima Uang Atas Perintah Kepala Bakamla


Deputi Informasi Hukum dan Kerja Sama Badan Keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi mengakui menerima sejumlah uang atas perintah dan sepengetahuan dari Kepala Bakamla Laksamama Madya Arie Soedewo.

Hal ini diungkapkan Eko saat bersaksi sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat. Eko merupakan terdakwa dalam kasus pengadaan satelit monitoring di Bakamla.

"Ya saya diberitahu ada 15 persen fee, bagian Bakamla sebesar 7,5 persen," tutur Eko kepada jaksa KPK saat ditanyai soal perintah yang di sampaikan Arie Soedewo, Senin (5/6/2017).

Dia mengatakan, Arie Soedewo sempat memberitahu kepadanya bahwa PT Melati Technofo Indonesia sebagai pihak perusahaan peserta lelang dalam proyek pengadaan satelit monitoring, akan memberikan fee 2 persen.

Selanjutnya, Eko juga menuturkan, permintaan uang kepada PT Melati Technofo diwakili oleh Muhammad Adami Okta. Adami Okta pun membenarkan adanya pemberian uang itu.

"Saya laporkan ke Beliau (Arie Soedewo) dan dia perintahkan agar saya terima dulu 2 persen. Lalu kasih Rp 1 Miliar ke Nofel Hasan dan kepada Bambang Udoyo," tandas Eko saat bersaksi.

Deputi Informasi, Hukum, dan Kerja Sama Badan keamanan Laut (Bakamla) Eko Susilo Hadi didakwa telah menerima suap pengadaan satelit monitor di Bakamla. Eko yang juga Plt Sekretaris Utama Bakamla ini menerima suap sejumlah SGD 100 ribu, USD 10 ribu, USD 78.5 ribu dan 10 ribu Euro.


Eko menerima sejumlah uang tersebut dari Fahmi Darmawansyah melalui dua anak buahnya, Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus. Pemberian uang tersebut agar PT Melati Technofo Indonesia (MTI) milik Fahmi bisa menang lelang proyek pengadaan satelit monitor di Bakamla.

Minggu, 04 Juni 2017

Rizieq Shihab Berencana Perpanjang Visa di Luar Negeri

Rizieq Shihab Berencana Perpanjang Visa di Luar Negeri

Rizieq Shihab Berencana Perpanjang Visa di Luar Negeri

Imam besar organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam Rizieq Shihab berencana memperpanjang waktu tinggalnya di luar negeri.
"Ada rencana kita akan long stay atau akan perpanjang visa. Nanti sedang ada yang mengurus," kata Sugito Atmo Prawiro, kuasa hukum dari Rizieq Shihab, Minggu, 4 Juni 2017.
Dalam pernyataannya, Rizieq mengaku benar-benar kecewa dengan status tersangka dirinya atas kasus pornografi bersama seorang perempuan bernama Firza Husein

Riziq pun menduga ada skenario pemerintah terhadap dirinya. Lantaran ia kerap mengkritik mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang kini dipenjara atas kasus penodaan agama.
"Ada campur tangan tersembunyi dari orang kuat," kata Sugito.
Atas itu, petinggi FPI ini berencana menambah waktunya di luar negeri. "Pulangnya bisa aja nanti setelah Pilpres. Ya kalau misalnya setelah pilpres dan Jokowi enggak jadi presiden, polisi bisa lebih netral," katanya.
Muhammad Rizieq Shihab merupakan tersangka kasus pornografi bersama seorang perempuan bernama Firza Husein. Saat ini Rizieq telah dimasukkan Daftar Pencarian Orang (DPO).
Petinggi FPI ini dikenakan Pasal 4 Ayat 1 Juncto Pasal 29 dan atau Pasal 6 Juncto Pasal 32 dan atau Pasal 9 Juncto Pasal 35 Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.
Pasal 4 ayat 1 Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi itu berbunyi, "Setiap orang dilarang memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi".
Sementara itu, Pasal 6 Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi berbunyi "Setiap orang dilarang memperdengarkan, mempertontonkan, memanfaatkan, memiliki, atau menyimpan produk pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), kecuali yang diberi kewenangan oleh peraturan perundang-undangan."
Kemudian, Pasal 9 Undang Undang RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi berbunyi, "Setiap orang dilarang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi."


Jumat, 02 Juni 2017

Ayah dan Anak Sukses Buat Mobil Robot Transformers

Mobil Robot Transformers

Seorang ayah dan anak dari Rusia, baru-baru ini membuat heboh. Hal itu lantaran keduanya berhasil membuat sebuah mobil robot yang terinspirasi dari film Transformers.

Ayah dan anak bernama Gennadiy Kocherga serta Sergey Kocherga membuat publik di negeri Tirai Besi terpukau, sebab mereka mampu membuat mobil Lada VAZ-2110 menjadi sosok robot.

Dilansir media daring RT, Jumat (2/6/2017), untuk membuat tokoh Autobots tersebut, keduanya hanya membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Setelah yakin dengan inovasinya itu, mereka unjuk gigi di depan khalayak di Oryol, Rusia.

Menariknya, saat mobil berubah menjadi robot, mobil yang dijuluki ‘Optimus Gennadievich Praimov’ ini terlihat melepaskan tembakan yang dikeluarkan dari senjata otomatis, yang terletak di bawah bonnet.

"Ini terlihat seperti mobil kelas dunia, mobil ini bisa berjalan dan menembak. Mobil ini terlihat melakukan trik yang sama dengan yang terlihat di film, termasuk dalam film kartun," jelas Gennadiy.


Ide membuat mobil robot ini terbesit setelah mereka membeli mobil mainan Transformers di sebuah toko di Singapura. Saat itupula, Gennadiy bertekad untuk membuatnya dalam bentuk seukuran manusia. Gennady dibantu Sergey akhirnya modifikasi mobil Lada model lawas.


Mereka mengaku sempat banyak ditertawakan. Namun kini, mobil robotnya telah berkeliling ke sejumlah kota di Rusia dan berencana untuk mengembangkan proyek tersebut tahun depan.


“Tahun depan kami berencana membangun dua mobil lagi, dengan konsep yang sama. Kami sudah punya banyak ide unik," tambah Gennadiy.


Sebelumnya, Letvison, berhasil memamerkan prototipe mobil robot mereka baru-baru ini. Mobil yang dipakai adalah BMW E90 3-Series.


Sabtu, 27 Mei 2017

Menguak Dalang Bom Kampung Melayu

Polisi Amankan Lokasi Ledakan Kampung Melayu

Menguak Dalang Bom Kampung Melayu

Hanya selang sehari setelah bom Kampung Melayu meledak pada Rabu 24 Mei 2017, Polri berhasil mengungkap identitas pelaku pengeboman tersebut, termasuk jaringan mereka.

Dalam keterangan persnya di RS Polri Jakarta Timur, Jumat 26 Mei 2017, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, bomber berjumlah dua orang dan tewas di lokasi saat bom diledakkan. Kini jenazah keduanya masih berada di Rumah Sakit Polri Kramatjati.

Berdasarkan hasil penyidikan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, kedua bomber masing-masing bernama Iwan Nursalam dan Ahmad Syukri.

"Berdasarkan oleh TKP, dua pelaku sudah teridentifikasi melalui ciri fisik serta DNA yang dilakukan sore ini," kata Kapolri Tito.

Tito mengungkapkan, pelaku pertama positif dikenal sebagai Ichwan Nurul Salam dan pelaku kedua bernama Ahmad Sukri.

"Ichwan Nurul Salam positif setelah dilakukan pembanding putra biologisnya yang bernama Jibril. Sedangkan Ahmad Syukri dilakukan pembanding dengan ibu kandungnya bernama Eti Nurhasanah, hasilnya postif dia saudara Ahmad Sukri," ungkap Tito.

Kedua bomber ini, ujar Tito, positif tergabung dalam sel Mudiriyah Jamaah Anshar Daulah (JAD) Bandung Raya, yang berafiliasi dengan jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), di mana penghubungnya adalah Bahrun Naim.

"Ini kesekian kalinya network (jaringan) ISIS Bahrun Naim JAD (Jamaah Anshar Daulah) melakukan aksi. Terakhir mereka melakukan aksi di bom Thamrin," beber Tito.

Salah satu bukti kedua bomber Kampung Melayu itu jaringan ISIS dilihat dari bahan peledak yang digunakan. Mereka menggunakan triacetone triperoxide (TATP) yang merupakan ciri khas dari ISIS.

Oleh bomber Kampung Melayu, bahan peledak TATP itu dimasukkan dalam panci presto (pressure cooker) untuk memberikan efek ledakan besar.

Menurut Tito, bahan peledak TATP yang dimasukkan dalam panci presto mudah dibuat, yakni dengan cairan pembersih kuku dan tidak membutuhkan detonator.

"TATP ini adalah ciri khas dari kelompok ISIS. Serbuk ini gampang dibuat dengan menggunakan bahan dasar untuk membersihkan kuku. Ini sangat berbahaya, cukup panas, dan bisa meledak," papar Tito.


Di Indonesia, kata Tito, TATP sering digunakan oleh kelompok ISIS. Di antaranya saat bom Jawa Timur dan di Mall Alam Sutera, Serpong, Banten.

Jumat, 26 Mei 2017

Densus 88 Tangkap Terduga Rekan Bomber Kampung Melayu di Garut

Rumah diduga rekan bomber bunuh diri Kampung Melayu.

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap salah seorang diduga rekan bomber bunuh diri Kampung Melayu, Jakarta Timur. Pria berinisial H itu dibekuk di Kampung Paledang, RT 01, RW 13 kelurahan Suci Kaler, Kecamatan Karang Pawitan, Garut, Jawa Barat.

"Tadi saya juga kaget, tapi enggak boleh masuk, Sekarang sudah dibawa petugas (densus)," ujar Agus Sopandi, orangtua H, saat ditemui di rumahnya Jumat (26/5/2017).

Menurut dia, proses penangkapan anaknya dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan, termasuk dari ketua RT dan RW setempat. "Totalnya (anggota Densus) saya juga tidak tahu," kata dia dengan raut muka yang masih menunjukkan kekagetan atas penangkapan anaknya.

Agus menambahkan, selain H anggota keluarga lainnya yang ikut digiring antara lain I, yang merupakan istri dari H dan anaknya yang masih berusia dua bulan. Keterangan H dibutuhkan petugas dalam kaitannya sebagai adik ipar dari Ahmad Sukri, salah seorang terduga pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu Jakarta Timur.

Dia menyatakan, hingga kini belum mengetahui alasan penangkapan anaknya yang bekerja sebagai tukang jahit di rumah itu.

Salah satu anggota koramil 1102 Karangpawitan, Garut, Iwan Ridwan menambahkan, berdasarkan laporan pemberitahuan yang masuk melalui muspika Kecamatan Karangpawitan, H ditangkap sekitar pukul 08.00 WIB.

"Setelah itu kami koordinasi dengan ketua RT untuk memastikan lokasi rumahnya," kata dia.

Dalam penangkapan tadi, selain H dan I serta anaknya yang masih bayi, diamankan pula beberapa berkas dan dokumen. "Soal isinya saya belum tahu karena sudah diamankan polisi," ucap Iwan.

Usai penangkapan, rumah H langsung dipasangi garis polisi. Sementara ketiga orang yang dibawa tengah dilakukan penahanan di polres Garut untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Setelah dari sini infonya dibawa ke polres (Garut)," ungkap dia.

Serangan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Rabu 24 Mei mengagetkan banyak pihak. Ledakan yang berlangsung di tengah kepadatan warga sekitar pukul 21.00 WIB itu terjadi dua kali.

Dari lima orang yang dinyatakan meninggal dunia akibat ledakan, tiga di antaranya merupakan anggota polisi yang tengah bertugas. Sementara dua orang lainnya diduga pelaku bom bunuh diri.


Selain itu, 11 orang yang berada di dekat sekitar terminal Kampung Melayu mengalami luka-luka dan masih dalam perawatan.

Kamis, 25 Mei 2017

Jokowi: Tidak Ada Tempat Bagi Teorisme di Negara Kita


Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjenguk korban bom bunuh diri Kampung Melayu di Rumah Sakit Polri dr Soekanto, Kramatjati, Jakarta Timur Kamis (25/5/2017) malam. 

Dalam pernyataannya usai menjenguk korban ledakan, Jokowi meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak takut ancaman teroris. 

"Seluruh masyarakat di seluruh pelosok tanah air, agar semuanya tetap tenang dan menjaga kesatuan. Tetap harus waspada," kata Jokowi, Kamis (25/5/2017).

Mantan Wali Kota Surakarta ini juga menegaskan agar masyarakat Indonesia bersatu dalam melawan terorisme. 

"Saya tegaskan, tidak ada tempat di negara kita, tanah air kita untuk terorisme," tegas Jokowi. 

Dua bom bunuh diri terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu 24 Mei 2017 sekitar pukul 21.00 WIB dan 21.05 WIB. Sejumlah orang terluka dan meninggal dunia akibat peristiwa ini.

Tiga anggota Polri yang tengah bertugas mengamankan kegiatan masyarakat di sekitar lokasi, gugur.Ketiga anggota Polri yang meninggal dunia, yakni Briptu Anumerta Ridho Setiawan, Briptu Anumerta Taufan Tsunami, dan Briptu Anumerta Imam Gilang Adinata.

Dugaan sementara, ledakan berasal dari bom panci. Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, barang bukti ditemukan mirip seperti bom yang meledak di Bandung beberapa bulan lalu.


"Serpihan hampir sama dengan Bandung, bom panci," ujar Setyo di lokasi kejadian Kamis dini hari.

Selasa, 23 Mei 2017

Selama Ramadan, Jam Operasional Transjakarta Berubah


Direktur Pelayanan dan Pengembangan Bisnis PT Transjakarta Welfizon Yuza mengatakan, selama Ramadan pola operasi Transjakarta akan berubah. Perubahan ini, kata Welfizon, untuk mengikuti jam-jam sibuk pelanggan yang mengalami perubahan.

Welfizon menjelaskan, biasanya jam sibuk pagi hari terjadi pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB. 

"Kami sudah mengantisipasi gelombang pagi sejak pukul 05.00 WIB hingga 08.00 WIB. Sedangkan jam sore akan terjadi pukul 15.00 WIB sampai 18.00 WIB, yang biasanya pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB," kata Welfizon di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017).

Tak hanya itu, kata Welfizon, Bus Transjakarta juga akan mengakhiri pelayanan pada malam hari pukul 22.00 WIB. 

"Biasanya pukul 23.00 WIB untuk malam reguler. Setelah itu akan tetap dilanjutkan oleh layanan angkutan umum tambahan hingga pukul 03.00 WIB," tegas Welfizon.

Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono mengatakan, selama puasa Ramadan akan menyediakan takjil gratis di halte Transjakarta. Tapi, takjil tersebut lebih berbentuk minuman teh, hasil kerjasama dengan pihak swasta.

"Ini untuk mengulang kesuksesan pada Ramadan tahun lalu yang memberikan takjil setiap bedug, yaitu mulai pukul 17.30 WIB sampai 18.00 WIB," ucap Welfizon, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (23/5/2017).

Bus Transjakarta biasanya melayani penumpang hingga pukul 23.00 WIB untuk jam malam reguler. Sedangkan di bulan Ramadan, jam malam reguler berubah menjadi pukul 22.00 WIB.


"Kemudian akan dilanjutkan oleh layanan angkutan malam hari pukul 22.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB," ujar Welfizon.